website free tracking




Fakta

Negara Ricuh Karena Sengketa Pemilu

Negara Yang Ricuh Karena Sengketa PemiluNegara Yang Ricuh Karena Sengketa Pemilu

Tak hanya di Indonesia, sejumlah negara lain juga menerapkan situasi serupa karena biasanya situasi politik selama pemilu memang tegang.

  • Venezuela
    Kehancuran Venezuela bermula dari gelaran pemilihan presiden 2018. Saat itu, presiden petahana, Nicolas Maduro, keluar sebagai pemenang dan mempertahankan periode keduanya. Dua rival Henri Falcon dan Javier Bertucci, menolak hasil pemilu yang dianggap curang.

Akhirnya kudeta Juan Guaido, mendeklarasikan diri sebagai presiden interim Venezuela. Perebutan takhta Maduro-Guaido berimbas pada kondisi ekonomi Venezuela yang terus tersungkur.

  • Afghanistan
    Pemilu 2014 di Afghanistan hampir terjadi perang sipil. Saat itu, kedua calon presiden Afghanistan, Ashraf Ghani dan Abdullah Abdullah, sama-sama mengklaim kemenangan dalam pemilu.

Dalam putaran pertama, Abdullah unggul suara. Sementara itu, di putaran kedua Ghani meraih suara terbanyak. Namun, banyak pihak menuduh terjadi kecurangan. Akhirnya dalam kesepakatan itu, keduanya sama-sama memiliki kekuasaan tinggi dalam pemerintah.

  • Kongo
    Republik Kongo, Afrika, pada Desember 2018. Kandidat presiden, Martin Fayulu, menolak hasil pemilu yang menunjukkan bahwa ia kalah dari rivalnya, Felix Tshisekedi. Fayulu mengklaim meraih 62 persen suara nasional dalam pemilu.

Pengumuman hasil pemilu juga diwarnai protes yang berujung kekerasan. Berdasarkan Komisioner Tinggi Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sebanyak 34 orang tewas dan 241 orang ditahan selama gelaran pemilu di Kongo.

Baca Juga :  Alasan Dollar Amerika Serikat Menjadi Mata Uang Dunia

  • Zimbabwe
    Pemilu Zimbabwe pada Juli 2018. Capres dari kubu oposisi, Nelson Chamisa, menolak kemenangan Presiden Emmerson Mnangagwa dalam pemilu yang digelar delapan bulan pasca-kudeta itu. Oposisi mengklaim banyak kecurangan, salah satunya anggota kepolisian disebut harus mencoblos surat suara di depan para atasannya.

Protes hasil pemilu juga sempat terjadi beberapa hari setelah pemungutan suara berlangsung, di mana angkatan bersenjata dilaporkan menembak para pedemo dan saksi pemilu hingga menewaskan enam orang.

Source : cnnindonesia

Leave a Reply