website free tracking




Viral

Mitos Gerhana Matahari Cincin

mitos gerhana matahari cincinmitos gerhana matahari cincin

Fenomena gerhana matahari cincin terjadi pada hari kamis (26/12) gerhana matahari cincin hanya terjadi sekitar 1-2 tahun sekali. Fenomena ini terjadi ketika bulan lewat di antara bumi dan matahari.

Gerhana matahari ini memang beberapa kali terjadi di tahun 2019, bahkan sejak bertahun-tahun lalu. Namun gerhana bisa membangkitkan kekaguman yang mendalam akan terjadinya peristiwa ini. Ada beberapa mitos yang berkembang di masyarakat tentang fenomena gerhana matahari cincin, dari dimakan iblis sampai bencana alam.

Berikut beberapa Mitos gerhana matahari cincin.

1. Dapat membuat kerusakan pada mata.

Mitos Gerhana Matahari Cincin - Spoters
Dapat membuat kerusakan pada mata.

Siapa yang pernah mendengar mitos ini? Mitos gerhana matahari ini merupakan salah satu kesalahpahaman gerhana yang paling umum terjadi. Cahaya matahari secara umum memang berbahaya untuk mata kita. Hal ini tidak hanya berlaku saat gerhana saja.

Namun menyebabkan kebutaan adalah pernyataan yang terlalu ekstrem. Melihat gerhana matahari dengan mata telanjang cukup untuk membuat kita mengalami solar retinopathy. Mata akan menjadi kabur dan sulit untuk melihat hal-hal yang detail. Kebutaan memang mungkin terjadi jika kamu melihat gerhana dalam jangka waktu yang lama. Namun biasanya mata tidak akan mampu melakukannya.

2. Matahari dimakan oleh iblis saat gerhana.

Mitos Gerhana Matahari Cincin - Spoters
Matahari dimakan oleh iblis saat gerhana.

Masyarakat zaman dahulu percaya bahwa saat gerhana terjadi, ada makhluk jahat yang memakan Matahari. Mitos gerhana matahari ini berasal dari bangsa Viking.

Baca Juga :  Kisah Masinis Kereta Api Tragedi Bintaro

Diceritakan bahwa saat itu, masyarakat melihat bayangan sepasang serigala di langit. Keduanya tampak mengejar Matahari. Setelah mereka menangkap cahayanya, gerhana pun terjadi. Itulah kenapa mereka mengira bahwa gerhana terjadi karena makhluk jahat.

3. Menyebabkan perubahan cuaca ekstrim.

Mitos Gerhana Matahari Cincin - Spoters
Menyebabkan perubahan cuaca ekstrim.

Konon katanya, setelah gerhana terjadi, akan muncul embun dan kabut yang mengandung racun dari langit. Mitos gerhana matahari ini banyak dipercaya oleh masyarakat Jepang, Alaska, dan Amerika zaman dahulu.

Nyatanya, gerhana matahari tidak akan menimbulkan perubahan cuaca yang berarti. Menurut laman Mental Floss, setelah peristiwa itu terjadi, langit akan menjadi lebih gelap daripada biasanya, suhu udara turun, serta berubahnya arah angin. Tidak ada perubahan yang membahayakan.

4. Gerhana matahari adalah tanda kematian.

Mitos Gerhana Matahari Cincin - Spoters
Gerhana matahari adalah tanda kematian.

Mitos ini sudah beredar sejak berabad-abad yang lalu. Banyak yang menganggap bahwa gerhana matahari adalah tanda kematian tokoh masyarakat. Jangan salah, ini memang pernah terjadi. Contohnya, King Henry I dan Yesus. Saat kedua tokoh meninggal, kabarnya langit menggelap karena gerhana matahari.

Namun hal ini hanyalah sebatas Mitos gerhana matahari. Gerhana matahari adalah peristiwa yang terjadi secara alami. Tak ada pengaruh manusia dan hal-hal gaib di prosesnya. Maka dari itu, kamu tidak perlu mempercayainya.

5. Gerhana matahari adalah pertanda bencana.

Mitos Gerhana Matahari Cincin - Spoters
Gerhana matahari adalah pertanda bencana.

Langit yang menggelap secara tidak biasa saat gerhana matahari sering kali dianggap sebagai pertanda bencana. Namun anggapan ini tentu tidak benar hanyalah Mitos gerhana matahari. Semua bencana yang terjadi setelah atau berdekatan dengan gerhana matahari hanyalah sebuah kebetulan.

Baca Juga :  Fenomena Capgras Delusion Pada Otak Manusia

source : idntimes

Leave a Reply