website free tracking




Sejarah

5 Hal Yang Dilarang Pemuda Indonesia Masa Orde Baru

5 Hal Yang Dilarang Pemuda Indonesia Masa Orde Baru5 Hal Yang Dilarang Pemuda Indonesia Masa Orde Baru

Masa Orde Baru merupakan masa-masa sejarah kelam negara Indonesia. Pada saat masa tersebut negara Indonesia sedang mengalami maraknya Korupsi, Kolusi Nepotisme banyak yang tidak mengetahuinya sama sekali.

Akan tetapi banyak yang membicarakan kalau pada Masa Orde Baru ini sukses dalam pemerintahannya, namun banyak orang yang tidak mengetahui apa yang terjadi di berbagai pelosok daerah, yang dikarenakan terbatasnya akses informasi.

Pada saat itu negara Indonesia memiliki ketidak stabilan ekonomi dan politik, selain itu memiliki aturan yang sangat ketat untuk para pemudanya pada saat Masa Orde Baru. Pemuda merupakan kelompok yang harus di jaga ketat, yang di anggap berpotensi melakukan hal-hal yang akan merugikan negara.

Berikut ini adalah hal yang dilarang pemuda Indonesia masa Orde Baru.

1. Laki-laki Tidak Boleh Gondrong

5 Hal Yang Dilarang Pemuda Indonesia Masa Orde Baru - Spoters
Laki-laki Tidak Boleh Gondrong

Gaya hidup Hippies yang sedang tranding pada tahun 60-an ini terdiri dari pemuda-pemudi yang tinggal nomaden atau berpindah-pindah dan hidup secara bebas. Banyaknya ramaja Indonesia yang mengikuti gaya hidup yang sedang tranding di dunia (Hippies) akhirnya banyak pemuda Indonesia yang berambut panjang (Gondrong).

Baca Juga :  7 Jendral Yang Gugur Pada Tragedi G30SPKI

Melihat hal tersebut pemerintah Indonesia merasa budaya Indonesia sedang terancam. Dan hasilnya semua pemuda di Indonesia yang memiliki rambut panjang (Gondrong) untuk laki-laki di razia di jalanan.

Akan tetapi orang yang memiliki rambut panjang alias gondrong ini tidak semuanya melakukan perbuatan kriminalisasi, pada saat itu juga pemerintah mendirikan Badan Koordinasi Pemberantasan Rambut Gondrong di singkat menjadi BAKOPERAGON.

2. Dibatasinya Kegiatan Kampus

5 Hal Yang Dilarang Pemuda Indonesia Masa Orde Baru - Spoters
Dibatasinya Kegiatan Kampus

Pada tahun 70-an mahasiswa di Indonesia tidak memiliki kebebasan untuk melakukan kegiatan di kampus lain halnya pada mahasiswa pada saat ini yang memiliki kebebasan melakukan kegiatan di kampus, di karenakan pada tahun 1978 pemerintah membentuk organisasi yang bernama Badan Koordinasi Kemahasiswaan/Normalisasi Kehidupan Kampus (BKK/NKK).

Dengan di bentuknya organisasi tersebut pemerintah membatasi kegiatan mahasiswa hanya untuk hal yang berbau akademis saja. Mahasiswa tidak diperbolehkan berdiskusi yang berhubungan dengan politik yang di khawatirkan akan melengserkan pemerintahan.

Dan Rektorat sajalah yang berhak untuk menentukan kegiatan apa saja yang di perbolehkan dan tidak di perbolehkan suatu kegiatan mahasiswa tersebut.

3. Banyak Buku Yang Dilarang Untuk Dibaca

5 Hal Yang Dilarang Pemuda Indonesia Masa Orde Baru - Spoters
Banyak Buku Yang Dilarang Untuk Dibaca

Pramoedya Ananta Toer merupakan seorang sastrawan ternama dan satu-satunya sastrawan Indonesia yang sering di nominasikan meraih penghargaan nobel sastra, akan tetapi generasi sekarang banyak yang tidak mengenal beliau.

Beliaupun pernah merasakan dipenjarakan oleh pemerintahan Orde Baru karena karya beliau yang dianggap membahayakan bagi bangsa, akan tetapi beliau menuliskan tentang kelamnya bangsa ini pada masa itu.

Baca Juga :  Teuku Markam, Sosok Penyumbang Emas Monas

2.000 judul buku dan ratusan majalah karya beliau dilarang oleh rezim pemerintahan masa Orde Baru selama 32 tahun. Terparahnya lagi buku karya beliau yang berjudul “Tetralogi Buru” dibakar di depan umum di karenakan isi di dalam buku karya beliau ini merupakan pelecehan kepada pemerintah, akan tetapi isi dari buku tersebut merupakan kritikan untuk negara Indonesia menjadi yang lebih baik.

4. Dilarang Bertato

5 Hal Yang Dilarang Pemuda Indonesia Masa Orde Baru - Spoters
Dilarang Bertato

Pada tahun 1981 sampai dengan tahun 1985 diberlakukannya operasi untuk menjaring preman ataupun anak liar. Operasi ini merupakan yang sangat terparah yakni dengan cara menembak siapapun itu yang berkeliaran di jalanan dan tergetnya orang yang memiliki tato di tubuhnya.

Dan hasilnya banyak sekali mayat yang bergelimpangan di jalan dan dibiarkan membusuk di jalanan. Alasan hal ini dilakukan hanya semata untuk membuat efek jera saja.

Dengan dilakukannya hal ini menimbulkan permasalahan bagi mereka yang memiliki tato di tubuhnya hanya untuk sekedar hobi saja, di karenakan orang yang memiliki tato belum tentu melakukan kriminalisasi.

5. Dilarang Mengkritisi Pemerintah

5 Hal Yang Dilarang Pemuda Indonesia Masa Orde Baru - Spoters
Dilarang Mengkritisi pemerintah

Di zaman sekarang, semua orang boleh mengkritik pemerintahan. Mungkin ada diantara kalian menjadi salah satu orang yang mengkritik kinerja pemerintahan melalu jejaring sosial media manapun itu. Ada juga orang yang tidak paham dalam masalah bisa menjadi kritikus atau pakar dalam mengkritik pemerintahan.

Baca Juga :  Indonesia Korbankan Tiket Piala Dunia Demi Palestina

Akan tetapi semua hal tersebut tidak akan bisa kalian lakukan pada masa pemerintahan Orde Baru. Kalian dapat di masukan kedalam penjara apabila kalian mengkritik pemerintahan pada masa Orde Baru dalam bentuk kritikan apapun itu mau dengan lagu atau pun dengan tulisan kalian di media sosial kalian.

Di karenakan sudah banyak aktivis yang hilang seketika dan tidak diketahui lagi keberadaannya pada masa itu yang mengkritik pemerintahan Orde Baru, di karenakan dimusnahkan aktivis tersebut oleh pemerintahan Presiden Soeharto. Ada salah satu aktivis yang tidak ada tahu keadaan dan keberadaannya dimana sampai sekarang ini aktivis tersebut bernama Widji Tukul.

Leave a Reply