website free tracking




Sejarah

7 Jendral Yang Gugur Pada Tragedi G30SPKI

7 Jendral Yang Gugur Pada Tragedi G30SPKI7 Jendral Yang Gugur Pada Tragedi G30SPKI

Daftar korban kebiadaban PKI disiksa dan dibunuh tanggal 1 oktober 1965 ditemukan pada sumur tua di daerah lubang buaya jakarta timur. Setiap tanggal 1 Oktober diperingati sebagai hari kesaktian pancasila. Berikut daftar Jendral Yang Gugur Pada Tragedi G30SPKI.

  • Jenderal Ahmad Yani
    Lahir di Purworejo, 19 Juni 1922
    Beliau menolak keinginan PKI untuk membentuk Angkatan Kelima yang terdiri dari buruh dan tani. Karena itulah beliau menjadi salah satu target PKI yang akan diculik dan dibunuh.
  • Mayjen D. I. Pandjaitan
    Lahir di Balige, 19 Juni 1925
    Beliau berhasil membongkar rahasia pengiriman senjata dari Republik Rakyat Cina (RRC) untuk PKI. Senjata-senjata itu diperlukan PKI yang sedang giatnya mengadakan persiapan melancarkan pemberontakan. Sehingga menjadi target PKI.
  • Letjen M.T. Haryono
    Lahir di Surabaya, 20 Januari 1924
    Beliau seringkali bersinggungan dengan gagasan-gagasan yang dilontarkan oleh PKI yang ketika itu memiliki pengaruh cukup besar di tengah masyarakat. Sehingga M. T. Haryono pun menjadi sasasan penculikan dan pembunuhan PKI.
  • Letjen Siswondo Parman
    Lahir di Wonosobo, 4 Agustus 1918
    Beliau diculik dan dibunuh PKI karena menolak usul D. N. Aidit tentang dipersenjatainya buruh dan tani atau disebut Angkatan Kelima. Terlebih lagi bahwa Parman merupakan tentara intelijen yang tahu tentang gerak-gerik PKI.
  • Letnan Jenderal Anumerta Suprapto
    Lahir di Purwokerto, 20 Juni 1920
    Beliau merupakan salah satu Perwira Tinggi yang menolak D. N. Aidit ketika berpendapat membentuk Angkatan Kelima. Sehingga Suprapto pun menjadi alasan PKI menculik dan membunuh beliau.
  • Mayjen Sutoyo Siswomiharjo
    Lahir di Kebumen, 23 Agustus 1922
    Beliau difitnah PKI akan membentuk dewan jendral dan mengadakan kudeta militer terhadap kepemimpinan Presiden Soekarno. Fitnah tersebut menjadi alasan PKI menculik dan membunuh beliau.
  • Kapten Pierre Tendean
    Lahir di Jakarta, 21 Februari 1939
    Beliau adalah ajudan dari Jenderal Besar DR. A.H. Nasution. A.H. Nasution lolos dari peristiwa penculikan tetapi anaknya, Ade Irma Suryani Nasution tewas tertembak. Tendean diculik karena dikira Jenderal Besar DR. A.H. Nasution.
Baca Juga :  Swissindo Katanya Bisa Lunasi Hutang Indonesia

source : satujam

Leave a Reply