website free tracking
Sosok Penyumbang Emas Monas yang Dituduh PKI
Rabu, 12 Juni 2019 - 17:41 WIB | Penulis : Arfiyan Permana
Sosok Penyumbang Emas Monas yang Dituduh PKI

Spoters-media.com  - Nama Teuku Markam mungkin tidak pernah seterkenal Teuku Umar atau Cut Nyak Dien. Markam berjuang setelah Indonesia merdeka. Untuk memperbaiki ekonomi Indonesia yang ketika itu sedang hancur.

Markam berjuang melalui hartanya yang berlimpah dan sumbangsihnya sangat bermanfaat bagi bangsa. Sayangnya, meskipun berjuang sedemikian keras bagi Indonesia, pada akhirnya Markam justru terhina oleh bangsanya sendiri.

1. Pernah Jadi Orang Terkaya Se-Indonesia
Di masa-masa Awal kemerdekaan, tak banyak orang Indonesia kepikiran untuk menggeluti bisnis sebagai profesi. Kebanyakan orang masih cenderung pasif untuk masalah ekonomi. Di masa seperti inilah kemudian seorang pria bernama Teuku Markam muncul. Ia bergelut dengan banyak bisnis hingga akhirnya menjadi saudagar yang sukses.

2. Menyumbang 38 Kilogram Emas Untuk Monas
Hal yang paling menarik dari Monas, sudah jelas adalah 38 kilogram emas yang ada di puncaknya. Selama puluhan tahun orang-orang dibuat terheran-heran dengan ini. Ia juga sering disangkut-pautkan sebagai salah satu sosok yang ikut andil membebaskan lahan Senayan untuk menjadi pusat olah raga.

Dia juga termasuk sebagai investor utama KTT Asia Afrika yang dari forum ini kemudian merdekalah negara-negara terjajah di dua benua itu.

3. Dikhianati Dengan Dituduh PKI
Sangat besar jasanya, tapi pada akhirnya ia tak dianggap apa pun oleh negara. Pada pemerintahan Soekarno ia begitu dihormati, tapi tidak saat Soeharto yang memimpin. Tanpa alasan yang jelas, Markam langsung diciduk dan dipenjara. Ia dituduh terlibat aktif dalam pemberontakan PKI serta dianggap Sukarnois garis keras. Markam dipenjara tahun 1966 tanpa proses peradilan yang jelas.

4. Raga Dipenjara, Harta Dijarah
Penderitaan Markam bukan hanya ketika ia difitnah kemudian dipenjara. Ada satu lagi kezaliman yang menimpa padanya dan dilakukan oleh pemerintah Soeharto. Ya, hal tersebut tak lain adalah diakusisinya semua properti dan harta Markam menjadi milik negara.

 

source : boombastis

DISCLAIMER: Komentar yang tampil sepenuhnya menjadi tanggungjawab pengirim, dan bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi Spoters-Media.com. Redaksi berhak menghapus dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.
Baca Juga
 
Sabtu, 20 Juli 2019 - 13:34 WIB
Spoters-media.com - Meski sekarang ajang Piala Dunia mungkin hanya sebuah mimpi bagi Indon...
Rabu, 17 Juli 2019 - 19:16 WIB
Spoters-media.com - Adolf Hitler, tokoh sejarah yang sangat berpengaruh di jaman modern ini. Te...
Rabu, 12 Juni 2019 - 17:41 WIB
Spoters-media.com  - Nama Teuku Markam mungkin tidak pernah seterkenal Teuku Umar atau Cut...
Selasa, 21 Mei 2019 - 15:37 WIB
Spoters-Media.Com - Reformasi menjadi era baru bagi sejarah Indonesia. Pada 21 Mei 1998, P...
Rabu, 01 Mei 2019 - 14:01 WIB
Spoters-Media.Com - May Day atau peringatan hari buruh internasional diperingati setiap ta...
Sabtu, 06 April 2019 - 12:24 WIB
Spoters-Media.Com - Nazi pernah merajai kawasan Eropa pada masa Perang Dunia I dan II. Set...
Minggu, 10 Maret 2019 - 15:36 WIB
Spoters-Media.Com - Agent Orange adalah julukan untuk senjata kimia campuran antara zat pe...
Sabtu, 02 Februari 2019 - 11:20 WIB
Spoters-Media.Com - David Ben Gurion merupakan seorang negarawan sekaligus pemimpin politi...
Jumat, 01 Februari 2019 - 00:40 WIB
Spoters-Media.Com - Selama Abad Pertengahan (5-15), masyarakat di Eropa Barat tidak cukup ...
Selasa, 20 November 2018 - 14:35 WIB
Spoters-Media.Com - Meski tampak sederhana, kulkas punya sejarah panjang. Riwayatnya sudah...